Jakarta International Kite Festival kembali hadir tahun ini untuk memeriahkan ulang tahun Jakarta ke-483. Acara yang diselenggarakan pada 24 - 25 Juli 2010 ini diikuti oleh lebih dari 150 pelayang yang berasal dari 15 provinsi di Indonesia dan 9 negara di dunia seperti Jerman, Prancis, Belanda, Brasil, Korea, Jepang, Australia, Singapura, dan Malaysia.
Direktur Rekreasi PT Pembangunan Jaya Ancol Winarto menjelaskan ada peningkatan dari peserta Internasional. "Tahun lalu ada tujuh peserta, tahun ini ada sembilan peserta," ungkapnya. Dia menambahkan kegiatan ini sudah tiga kali dilaksanakan.
Banyak peserta sengaja datang dari jauh karena hobi memainkan layang-layang. "Hampir semua bangsa dan negara memiliki hobi ini, permainan ini universal," ungkapnya. Cocok untuk dijadikan kampanye Ancol untuk mengajak masyarakat mengedepankan gaya hidup Hijau Jakartaku.
Pesan utama kegiatan ini sebelumnya disampaikan dengan berbagai cara seperti kegiatan bersepeda, menanam, ataupun pameran seni. Selain itu, Ancol juga dirasakan tempat yang tempat untuk pehobi ini karena memiliki tanah lapang dan angin yang kencang.
Mereka datang jauh-jauh dari negaranya ke Ancol hanya untuk menerbangkan layang-layangan mereka. Terdapat berbagai jenis layang-layang yang diterbangkan, mulai dari layangan Bridge yang terdiri dari serangkaian layangan kecil berjumlah puluhan hingga ratusan.
Jenis layangan sport atau stunt kite yakni layangan yang memiliki dua hingga empat tali kendali. Ada juga layangan kreasi berbentuk becak, kodok, kepiting, ular naga dan bajaj hingga bentuk lainnya. Mulai dari ukuran kecil hingga ukuran raksasa seperti layangan buaya dan spongebob. Layang-layangan ini sedikit berbeda karena seperti balon yang terisi udara secara otomatis saat di udara.
Selain menikmati keunikan layangan tersebut, pengunjung juga dapat mengikuti workshop pembuatan layangan di lokasi. Berbagai jenis bahan layangan diajarkan mulai dari kertas, hingga plastik bekas. Termasuk dipamerkan layangan tradisional Indonesia dan bazaar yang menjual layang-layang.
Direktur PT Pembangunan Jaya Ancol Budi Karya Sumadi teringat dengan masa kanak-kanak yang menyenangkan dengan bermain layang-layang. Permainan layang-layang menurutnya permainan yang atraktif. "Layang-layang merupakan bentuk representasi kebebasan manusia berekspresi dan berekreasi," ujarnya.
Diselenggarakannya festival ini diharapkan memacu masyarakat untuk terus meningkatkan kreativitas dan keberanian. Termasuk untuk terus meningkatkan kreativitas dan bereksplorasi seni dalam persahabatan antarbangsa. Sekaligus menyampaikan pesan Jakartaku Hijau kepada masyarakat Jakarta.
Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Kebudayaan dan Pariwisata, Aurora Tambunan, melihat agenda festival ini dapat menarik minat kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara ke Jakarta. "Masyarakat yang datang akan menikmati festival ini," ungkapnya.
Bahkan lebih jauh Aurora berharap festival layang- layang ini dapat menjadi komoditas ekonomi. Pasalnya banyak pesertanya yang juga datang dari negara lain.
Ketua Panitia Festival Layang-Layang Internasional Jakarta 2010, Sari Madjid, menjelaskan layangan Indonesia sudah terkenal hingga ke mancanegara. Hal ini didapat dalam sebuah pertemuan antara pehobi layang-layang lokal dan internasional. Pertemuan ditujukan untuk memperluas komunitas pelayang Indonesia di dunia internasional.
Terdapat dua jenis kelompok layang-layang, yakni dua dimensi dan tiga dimensi. Bagi penikmat hobi ini ada suatu kebanggaan saat membuat layangan sendiri dan saat melihat layangan berada di udara.
Saturday, November 6, 2010
Ancol Gelar Festival Layang-Layang Internasional 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment